Membaca dan menulis adalah bagian penting dari literasi, tapi bukan berarti anda harus mengajarkan anak dua kegiatan ini sejak ia masih prasekolah (misal dengan mengajarinya membaca lambang melalui flash cards). Justru, sebelum belajar membaca dan menulis, anak-anak harus mempelajari kemampuan pramembaca dan menulis terlebih dahulu. Ini untuk menyiapkan otak dan mental mereka. Nah, apa saja bentuk kemampuan itu dan bagaimana mengasahnya?

 


 

1.Kemampuan untuk bicara, mendengarkan dan memahami

 

Kemampuan ini bisa diasah dengan membacakan cerita secara rutin, mengajak anak bercerita, menyimak ia bicara, dan mengajarkan anak untuk menyimak perkataan orang lain

 

2. Kemampuan mengenal bentuk

 

Diasah dengan mengenalkan anak pada berbagai bentuk objek (misal bentuk segitiga, segiempat,     lingkaran, dll), dan menggambar. Kegiatan menggambar akan memotivasi anak untuk meniru sebuah bentuk.

 

3.Kepekaan pada bunyi

 

Diasah dengan mendengarkan lagu (lagu anak-anak umumnya memiliki rima, dan ini baik untuk melatih kepekaannya terhadap silabel (kata-kata yang runtut). Ayat-ayat pendek dalam Alquran umumnya juga memiliki rima (misal, surat Al Ikhlas dan An Naas).

 

4. Kepekaan pada gambar

 

Diasah dengan mengajak dia menceritakan sebuah gambar. Anak-anak umumnya punya imajinasi sendiri tentang gambar-gambar yang ia lihat di sebuah buku. Biarkan dia menceritakan gambar-gambar di buku ceritanya untuk anda, atau minta dia menceritakan gambar yang ia buat.

 

5. Ajaklah anak-anak bicara tiap anda dan anak menemukan sesuatu yang menarik (kalau pun menurut anda tidak menarik dan biasa, usahakan agar itu terlihat menarik. Ini untuk melatih dia memperhatikan sesuatu). Misal, saat anda berjalan bersama anak, lalu melihat sebuah pohon, anda bisa menceritakan tentang pohon itu. Ajaklah anak bercerita tentang apa saja. Tentang baju yang anda kenakan, buku-buku di toko buku, cuaca, makanan, dll. Minta pendapatnya tentang sesuatu. Misal, ketika anda hendak membeli sepatu, minta pendapatnya mengenai sepatu pilihan anda. Ini untuk melatih dia berpikir dan mengemukakan pendapat. Selain itu, ini juga menunjukkan respek anda padanya. Anak-anak yang biasa menerima respek, biasanya juga akan belajar untuk memberi respek pada orang lain.