Mengapa Literasi Penting dalam Pendidikan Anak-Anak Kita?

By | February 28, 2021

Apa sih literasi itu? Mungkin ini pertanyaan yang singgah di benak anda setiap kali mendengar pembicaraan tentang literasi. Literasi umumnya dipahami sebagai kemampuan baca tulis saja, tapi, sebenarnya pengertian literasi lebih dalam dari itu.

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami sebuah gagasan dan menyampaikannya dalam bentuk lisan dan tulisan. Ada empat cabang dalam kemampuan literasi, yaitu, komunikasi lisan, membaca efektif, menulis kreatif dan literasi media. Keempat kemampuan ini saling menopang satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pendidikan, keempat kemampuan ini merupakan tools, alias alat untuk mendapatkan dan menyampaikan ilmu pengetahuan. Bila ilmu pengetahuan diibaratkan sebagai tanaman padi yang siap dipanen, maka literasi adalah ani-ani, arit, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan petani untuk memanen padi. Sekarang bayangkan, bila seorang petani tidak memiliki semua alat itu, bagaimana cara ia memanen padi? Begitu pula halnya dengan ilmu pengetahuan. Menyuruh anak menimba ilmu pengetahuan, tanpa membekalinya dengan alat untuk menimba ilmu, sama artinya dengan menyuruh petani memanen tanpa alat, atau tentara berperang tanpa persenjataan.

Literasi berdiri di atas empat cabang, seperti yang sudah disebut sebelumnya.

Pertama, komunikasi lisan. Kemampuan ini terdiri atas dua hal, yaitu kemampuan menyimak (untuk memahami), dan berbicara (untuk menyampaikan gagasan. Menyimak berbeda dengan mendengar. Dalam kegiatan menyimak ada proses memahami, memikirkan informasi, dan mengolahnya. Seorang yang menyimak, sudah pasti mendengar, tapi mereka yang mendengar belum tentu menyimak. Kemampuan berbicara dalam literasi terkait dengan kemampuan menyampaikan sesuatu dengan baik dan mudah dimengerti. Pernahkah anda mendengar seseorang bicara dari A-Z, tapi, anda sama sekali tidak mengerti apa yang ia bicarakan? Kemampuan berbicara berkaitan dengan kemampuan mengorganisasikan gagasan secara lisan. Seseorang tidak mesti kursus public speakinguntuk bisa bicara dengan baik. Ia cukup melatih diri menerangkan sesuatu secara runtut saja.

Kedua, membaca efektif. Membaca efektif adalah sebuah kemampuan memahami bacaan, menemukan informasi, membandingkannya, mengembangkan informasi, menganalisisnya, mengevaluasi, dan akhirnya bisa menarik sebuah kesimpulan atas bacaan. Buku tidak cukup sekadar dibaca. Seseorang juga harus belajar bagaimana cara mempelajari informasi yang ada di dalamnya. Seseorang yang tahu cara mempelajari buku, berarti memiliki alat untuk itu. Anda bisa melatih diri, maupun anak, untuk memiliki alat ini. Materi-materi Selingkar sendiri dibuat untuk melatih anak memiliki kemampuan ini. Jika anda keluarga Selingkar, anda bisa mengunduh materi belajar dengan bebas.

Ketiga, menulis kreatif. Menulis kreatif adalah pelajaran mengorganisasikan gagasan dalam bentuk tulisan. Pelajaran menulis kreatif paling dasar, sesungguhnya adalah pelajaran tentang struktur, tentang konsep, tentang gagasan. Jika anda memulai pengajaran penulisan kreatif ke anak dari teknis tulisan, seperti paragraf, kalimat, dan yang semacam, sama artinya anda membangun rumah bukan dari pondasi, tapi langsung mendirikan dindingnya. Apapun pelajaran, mulailah dari konsepnya.

Keempat, literasi media. Ini merupakan kemampuan seseorang memahami gagasan, dan menyampaikannya, melalui aneka jenis media. Jika ia bersentuhan dengan dunia digital, maka gagasan yang ia serap, maupun yang ia sampaikan, bagian dari literasi digital. Dalam literasi digital, seseorang mengerti sifat aneka jenis media digital, tahu cara berinteraksi secara digital, tahu cara memperoleh informasi secara digital, dan yang semacamnya. Mereka yang tahu sifat aneka jenis media digital, akan cenderung bijaksana dalam menggunakannya. Mereka yang tahu cara memperoleh informasi secara digital, akan memiliki referensi ilmu pengetahuan yang kaya, sekaligus berhati-hati dalam menyikapi semua informasi yang datang.

Ada satu kemampuan lagi, namanya numerasi. Numerasi adalah kemampuan memahami simbol penghitungan atau angka. Seseorang yang memiliki kemampuan ini akan memiliki: pengetahuan akan hitungan, bisa memahami informasi matematis, memiliki kemampuan mengorganisir informasi, berpikir logis, dan kemampuan budgeting. Dua kemampuan ini, literasi dan numerasi, meski terlihat sederhananya, nyatanya, alat yang sangat penting bagi anak (dan tentunya kita sendiri) dalam menjalani hidup.

 

~Maya Lestari Gf | Novelis~

Bagikan